????????????????????????????????????

Medan, 30/1 (LintasMedan) – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah berharap Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Medan menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung program destinasi super prioritas Danau Toba.
Harapan tersebut dinyatakan Menaker saat bersama Sekretaris Daerah Provinsi Sumut R Sabrina menyaksikan acara penandatangan nota kesepahaman antara BBPLK Medan, Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemenaker dengan mitra asosiasi/industri, di aula BBPLK Medan, Sabtu (30/1).
Penandatangan nota kesepahaman pertama dilakukan antara BBPLK Medan dengan PT Edukasi Kreasi Solusi tentang pelatihan sertifikasi dan penempatan tenaga kerja.
Penandatanganan kedua dilakukan antara BBPLK Medan dengan Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI), PT Pelindo I, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), dan Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) tentang pengembangan pelatihan kerja.
Pada kesempatan itu, Ida Fauziyah mengingatkan pentingnya sertifikasi kompetensi kerja sebagai sarana meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia agar mampu bersaing dengan tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia.
Karena itu, menurut dia, setiap pekerja harus punya keterampilan dan tersertifikasi.
Keterampilan juga harus bisa diperbaharui secara terus menerus agar bisa mengikuti perubahan karakter pekerjaan yang begitu cepat.
“Dengan adanya keterampilan, setiap individu akan punya kemampuan bekerja secara terus menerus baik bekerja untuk orang lain maupun membuka lapangan kerja baru,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah melalui Kemenaker akan terus melakukan penguatan kemampuan dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.
“Dengan banyaknya SDM yang kompeten, penyerapan tenaga kerja dan produktivitas akan meningkat, yang pada akhirnya akan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan usai pandemi COVID-19,” katanya.
Menaker memaparkan, pada tahun 2020 angka pengangguran meningkat menjadi 9,7 juta orang akibat pandemi COVID-19.
Padahal sebelum pandemi, Pemerintah Indonesia sudah berhasil menurunkan tingkat pengangguran secara perlahan.
Menaker juga mengapresiasi Provinsi Sumut yang memiliki angka persentase penduduk bekerja berpendidikan berada pada angka 53 persen, atau masih berada di atas angka rata rata nasional.
Dua jurusan
Dirjen Binalattas Kemenaker, Budi Hartawan menjelaskan, ada dua jurusan unggulan dari BBPLK Medan, yakni jurusan konstruksi dan pariwisata.
BBPLK Medan telah melatih tenaga kerja di Sumut sebanyak 12.000 orang pada tahun 2019.
Namun, katanya, selama masa masa pandemi, jumlah tersebut menurun.
BBPLK hanya bisa melatih sekitar 8.211 orang pada tahun 2020. Dari jumlah tersebut sebanyak 2.227 orang dilatih untuk program kartu prakerja.
“Meskipun menurun, inovasi yang kita lakukan tidak terhambat, kita terus melakukan penyesuasian dan inovasi metode pelatihan,” kata Budi.
Pada masa pandemi COVID-19 pelatihan dilakukan secara daring dan luring. (LMC-02)
