Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi (kiri) menyampaikan rapat koordinasi (Rakor) Identifikasi barang kebutuhan pokok menjelang Puasa, Lebaran, dan Idul Adha 2017/1438 Hijriyah di gedung Bank Indonesia Medan.paparan pada

Medan, 2/5 (LintasMedan) – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Tengku Erry Nuradi mengungkapkan bahwa daerahnya saat ini masih mengalami kekurangan stok gula pasir atau gula kristal putih sebanyak 28 ribu ton lebih.
“Sumut masih membutuhkan tambahan pasokan 28.452 ton gula pasir kristal putih. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumut pada April 2017 telah mengajukan permohonan tambahan kuota impor raw sugar kepada Kementerian Perdagangan,” kata Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, di Medan, Selasa.
Gubernur memaparkan hal tersebut pada rapat koordinasi (Rakor) Identifikasi barang kebutuhan pokok menjelang Puasa, Lebaran, dan Idul Adha 2017/1438 Hijriyah di gedung Bank Indonesia Medan.
Dalam rakor yang turut dihadiri Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita itu, Erry mengatakan bahwa pengajuan rekomendasi tambahan kuota raw sugar ditujukan untuk memenuhi kebutuhan beberapa perusahaan industri rafinasi.
Disebutkannya, produsen gula di Sumut yang saat ini mendapat izin impor gula mentah adalah PT Medan Sugar Industry (MSI) Medan dengan volume pada semester I tahun 2017 sebanyak 55.670 ton yang seluruhnya setelah diolah akan menjadi 53.433 ton gula rafinasi.
Sementara PT MSI sudah terikat kontrak pengadaan gula rafinasi dengan produsen makanan dan minuman sebanyak 75.984 ton, sehingga perusahaan itu mengalami kekurangan 23.480 ton gula mentah.
Stok awal gula pasir atau gula kristal putih di Sumut pada April tercatat sebanyak 52 ton lebih.
Sementara kebutuhan konsumen di Sumut terhadap gula kristal putih rata-rata sebanyak 27.000 ton per bulan. Dengan demikian, hingga Juni 2017 dibutuhkan 81.000 ton gula kristal putih.
Selain gula, Gubernur juga memaparkan stok beras di Sumut sampai dengan Mei 2017 sebanyak 840 ribu ton. Sementara kebutuhan beras perbulan 144.836 ton.
“Ketersediaan beras di Sumut aman untuk lima bulan kedepan dan masa tanam dan panenan masih terus berlanjut,” ucapnya. (LMC-01)
