Menristek dan Dikti RI Prof H Mohamad Nasir (kanan) bersama Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi (tengah) dan Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Dr. Runtung Sitepu (kiri), menandatangani prasasti peresmian (grand opening) Rumah sakit USU di Jalan Dr. Mansyur Medan, Senin (9/1). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 9/1 (LintasMedan) – Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi meminta kepada para medis Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RS USU) Medan untuk memberikan pelayanan prima secara optimal kepada warga masyarakat.
“Kehadiran RS USU diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat ditengah tingkat pertumbuhan kamar di rumah sakit yang cukup tinggi karena dipenuhi pasien,” kata Erry pada acara grand opening RS USU di Jalan Dr Mansur Medan, Senin.
Grand opening RS USU turut dihadiri, antara lain Menristek Dan Dikti RI Prof H Mohamad Nasir, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Adhi Prawoto, Rektor USU Prof DR Runtung Sitepu, SH.MHum dan Walikota Medan T. Dzulmi Eldin.
Pada kesempatan itu, Gubernur Sumut mengatakan bahwa perolehan akreditasi Paripurna Bintang Lima yang diterima RS USU adalah kebanggaan bagi masyarakat Sumut.
Dengan pencapaian tersebut, Gubernur berharap RS USU dapat mewujudkan pelayanan yang lebih prima kepada masyarakat dan didukung dengan sumber daya manusia (SDM) dan penggunaan teknologi yang baik.
“Kita warga Sumut ikut merasa bangga RS USU menerima akreditasi paripurna bintang lima. Sebagai alumni USU dan Ketua Ikatan Alumni USU, hari ini saya ikut merasa bangga RS USU sudah mampu mensejajarkan diri dengan perguruan tinggi negeri lainnya. Saya berharap RS USU mendukung terwujudnya rumah sakit dengan standart internasional di Sumut,” ujarnya.
Dikatakannya, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang lebih memilih berobat ke luar negeri, seperti Malaysian dan Singapura.
Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi rumah sakit USU untuk membuktikan kalau rumah sakit di Sumut tidak kalah dengan rumah sakit di luar negeri.
“Saya berharap RS USU ini memiliki organisasi yang efektif, efesien dan akuntable sehingga mencapai visi dan misi rumah sakit dengan menjalankan tata kelola ramah sakit yang baik,” ujarnya.
Sementara itu Menteri Ristek dan Dikti RI Prof H Mohamad Nasir dalam sambutannya sekaligus membuka grand opening RS USU, mengapresiasi upaya dan kerja keras pihak terkait sehingga RS USU mendapatkan akreditasi bintang lima.
Menteri berharap sebagai rumah sakit pendidikan RS USU senantiasa meningkatkan kualiatas layanannya.
“Saat ini ada 24 Rumah sakit pendidikan. Ada delapan yang sudah soft lounching dan baru tiga yang mendapatkan akreditasi paripurna. Ini luar biasa dan berkat kerjakeras pak Direktur dan pengelola rumah sakit,” ujar dia.
Dalam kesempatan tersebut Menteri juga berharap rumah sakit USU dapat mencerminkan akreditasi bintang lima yang mereka raih dengan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri mengajak agar pihak dokter atau rumah sakit USU nantinya melakukan penelitian terhadap fonemena penuhnya ruang rumah sakit oleh pasien yang berobat.
Apakah penuhnya rumah sakit tersebut karena tingkat kepercayaan pasien kepada rumah sakit tersebut tinggi atau ada hal lainnya yang perlu diketahui.
“Ini perlu diteliti, apakah juga pasien yang masuk itu adalah pasien yang lama sebelumnya mendapat perawatan,” kata dia.
Menteri juga berharap agar RS USU memberikan pelayanan maksimal sehingga membuat pasien merasa nyaman. Jika hal ini dapat dilakukan tentunya RS USU bisa menjadi rumah sakit pilihan masyarakat tanpa harus keluar negeri. (LMC-02)
