Skip to content

Akurat dan Edukatif

Primary Menu
Live
  • Home
  • Medan
  • Jurnalis Sumut Diminta Sensitif Gender Beritakan Perempuan
  • Headline
  • Medan

Jurnalis Sumut Diminta Sensitif Gender Beritakan Perempuan

Lintas Medan 12 September 2017 3 min read

Sekjen Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Hendry CH Bangun menyampaikan paparan kepada para jurnalis dan blogger peserta Pelatihan Pengarusutamaan Gender (PUG) serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, di Medan, Selasa (12/9). (Foto: LintasMedan/ist)

Sekjen Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Hendry CH Bangun menyampaikan paparan kepada para jurnalis dan blogger peserta Pelatihan Pengarusutamaan Gender (PUG) serta Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, di Medan, Selasa (12/9). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 12/9 (LintasMedan) – Sekjen Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Hendry CH Bangun, meminta jurnalis yang tergabung dalam wadah organisasi profesi pers itu agar dalam membuat berita terkait isu kekerasan perempuan dan anak senantiasa mengedepankan sensitif gender.

“Isu kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam pemberitaan banyak yang tidak sensitif gender, namun dari semua media massa masih banyak yang memiliki idealis termasuk jurnalisnya,” katanya, saat menyampaikan paparan di depan peserta Pelatihan Pengarusutamaan Gender (PUG) serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, di Medan, Selasa.

Dalam acara pelatihan yang digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) bekerja sama dengan PWI Sumut itu, Hendry mengungkapkan bahwa dewasa ini banyak pengaruh yang berasal dari pemberitaan media massa terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Namun, lanjutnya, pemberitaan tersebut tidak memberikan pencerahan kepada publik karena tulisan yang disajikan tidak berdasarkan fakta dan tidak berkiblat pada pemberitaan yang benar.

Padahal, kata dia, di dalam Pasal 5 Kode Etik Jurnalistik (KEJ) telah diatur secara tegas bahwa wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan asusila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.

Karena itu, pihaknya mengingatkan wartawan agar dalam menulis berita harus berupaya menyamarkan identitas korban kejahatan susila, apalagi masih tergolong anak-anak.

Dalam memberitakan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, katanya, wartawan sebaiknya tidak menulis secara lengkap identitas korban, tidak juga menyamarkannya dengan nama lain, misalnya “bunga”, “melati” atau “mawar”.

Dalam identifikasi korban perempuan, sebaiknya sebut saja “seorang perempuan”, “seorang anak” atau “korban” yang menggambarkan identitas korban.

Dikatakannya, pemuatan gambar yang tidak disamarkan juga ikut membuka identitas korban.

“Berita yang terlalu vulgar saat pelaku melakukan kejahatan susila dapat menambah trauma dan penderitaan korban dan menimbulkan copy cat atau fitnah,” ujar Hendry.

Ia menambahkan, masalah kesetaraan gender maupun kekerasan dan perlakuan tidak adil terhadap kaum perempuan dan anak, tidak hanya menyangkut kekerasan dan pelecehan seksual, tetapi juga bisa terjadi dalah kehidupan setiap hari, termasuk di dalam rumah tangga.

“Perlakuan terhadap pelemahan perempuan sebenarnya sudah terjadi di dalam lingkungan rumah tangga, seperti kalau menyapu, memasak dan bersih-bersih lainnya selalu dilakukan anak perempuan,” ucap dia.

Hendry juga menyatakan tidak sependapat dengan judul maupun isi berita yang terkesan masih ‘setengah hati’ dalam mempublikasikan keberhasilan atau kisah sukses kaum perempuan di berbagai bidang kair dan profesi.

Ia menyebutkan contoh, judul berita “Rektor Perempuan Pertama di Riau Jalankan Pesan Ayah” yang mengesankan seolah-olah perempuan ini berhasil menapak karir hingga menjabat sebagai rektor hanya menjalankan pesan ayah, bukan karena kehebatan karirnya atau dirinya yang pintar.

“Inilah yang namanya bias gender masih terjadi di dalam diri kita sebagai wartawan,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Sumut, Nurlela menilai pelatihan yang digelar Kementerian PPPA dan PWI tersebut sangat perlu dilakukan dalam upaya penguatan kepada para wartawan dan penulis blogger sehingga berempati terhadap masalah kesetaraan gender maupun perlindungan perempuan dan anak.

“Masih banyak media yang jadi propaganda kasus-kasus perempuan dan anak. Harapan saya kepada jurnalis agar mampu mendorong percepatan pemahaman pengarusutamaan gender,” ucapnya. (LMC-02)

Post Views: 67
Tags: beritakan diminta gender perempuan pwi senstif

Continue Reading

Previous: Diskominfo Medan Latih Teknologi Informasi Mitra Binaan
Next: Tilang Online Belum Diberlakukan di Medan

Related Stories

Perawatan/Perbaikan JDU diameter 1.000 mm milik Perumda Tirtanadi di Jalan Purwo Delitua, Berdampak ke Sejumlah Wilayah
2 min read
  • Medan

Perawatan/Perbaikan JDU diameter 1.000 mm milik Perumda Tirtanadi di Jalan Purwo Delitua, Berdampak ke Sejumlah Wilayah

8 Juni 2026
Kepala IPA Delitua Tirtanadi : Pengolahan Bahan Kimia Telah Sesuai Standar
2 min read
  • Medan

Kepala IPA Delitua Tirtanadi : Pengolahan Bahan Kimia Telah Sesuai Standar

6 Juni 2026
Sejalan Dengan Amanat Presiden, Wali Kota Medan Tanamkan Nilai Pancasila di Pikiran dan Pekerjaan
2 min read
  • Medan

Sejalan Dengan Amanat Presiden, Wali Kota Medan Tanamkan Nilai Pancasila di Pikiran dan Pekerjaan

1 Juni 2026

You may have missed

TP-PKK Asahan Monitoring Desa Persatuan dan Rahuning Jelang Lomba HKG PKK Sumut 2026
2 min read
  • Asahan
  • Sumut

TP-PKK Asahan Monitoring Desa Persatuan dan Rahuning Jelang Lomba HKG PKK Sumut 2026

8 Juni 2026
Gubernur Bobby Nasution Tegur PLN Sumut,Minta Kompensasi bagi Masyarakat Terdampak Pemadaman
3 min read
  • Artikel
  • Sumut

Gubernur Bobby Nasution Tegur PLN Sumut,Minta Kompensasi bagi Masyarakat Terdampak Pemadaman

8 Juni 2026
Perawatan/Perbaikan JDU diameter 1.000 mm milik Perumda Tirtanadi di Jalan Purwo Delitua, Berdampak ke Sejumlah Wilayah
2 min read
  • Medan

Perawatan/Perbaikan JDU diameter 1.000 mm milik Perumda Tirtanadi di Jalan Purwo Delitua, Berdampak ke Sejumlah Wilayah

8 Juni 2026
Pemprov Sumut dan Pemko Tanjungbalai Perkuat Sinergi Jaga Pintu Masuk Darat-Laut dari Ancaman Narkoba
3 min read
  • Artikel
  • Sumut

Pemprov Sumut dan Pemko Tanjungbalai Perkuat Sinergi Jaga Pintu Masuk Darat-Laut dari Ancaman Narkoba

6 Juni 2026
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Headline
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • Sumut
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Foto
  • UKM
  • Feature
  • Bisnis
  • Advetorial
  • Sports
  • Hukum
  • Politik
  • Medan
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.