Royman Simamora, pasien sembuh Covid-19 saat menjalani perawatan di salah satu rumah sakit swasta di Medan baru-baru ini.(Foto:LintasMedan/ist)
Medan, (1/11) -(LintasMedan) – Pasien aktif Covid-19 di Sumatera Utara yang menjalani perawatan di rumah sakit, hingga saat ini terus menurun jumlahnya.
Meski demikian, imbauan kepada masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan, tak henti terus disuarakan oleh pemerintah setempat.
Begitu juga dengan Royman Simamora, 40, pasien sembuh dari Covid-19. Pria berambut gondrong yang berprofesi sebagai jurnalis ini juga mengimbau masyarakat dan rekan-rekannya untuk tetap patuh prokes dalam aktivitas sehari-hari. “Jangan abaikan untuk memakai masker, rajin cuci tangan dan jauhi kerumunan. Kena virus Covid-19 itu sangat menyakitkan,” ucapnya, Senin (1/11).
Ia terpapar virus berbahaya itu pada September 2021. Bukan hanya Roy, dua orangtuanya yang sudah Lansia juga ikut menjalani perawatan di salah satu rumah sakit swasta di Medan. “Aku.., mamak dan bapak ditempatkan dalam satu ruangan, sebelumnya kami di rawat di ruang ICU. Bahkan ibuku sempat tidak sadar hingga hari ke lima,” ucapnya.
Roy menyebut satu anggota keluarganya juga meninggal dunia, karena keganasan Covid-19.
Meski saat ini, jumlah kasus dikatakan telah menurun dan aktifitas semakin menuju ke arah normal. Namun, kata Roy tetap ada rasa was-was karena diyakini virus tersebut masih tetap ada.
Awalnya ia mengaku tak menyangka bisa terpapar virus tersebut, mengingat Roy sangat menjaga prilaku hidup sehat dan taat prokes. Memiliki orangtua yang telah lansia dan tinggal satu rumah membuatnya jarang keluar rumah. “Takut mamak dan bapak ikut terpapar gara-gara aku,” ucapnya.
Saat itu dimulai ayah ibunya yang mengalami rasa tidak enak badan beberapa hari, disusul dirinya. “Seluruh sendi seperti ditusuk-tusuk, mual, tubuh meriang,” ucapnya.
Dalam kondisi gemetar dia beranikan menyetir mobil sembari membawa kedua orangtuanya untuk swab PCR. Hasilnya positif dan langsung mereka kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
“Hari pertama hingga kelima di rumah sakit kondisi mamak dan bapak semakin menurun karena hasil PCR (CT value PCR) nya sangat rendah,” paparnya.
Roy berusaha menguatkan diri meski dalam kondisi lemah, hingga hari ketujuh ayah ibunya semakin pulih dan dipindah dari ruang ICU ke ruang perawatan.
Ia terus menguatkan ayah ibunya, meski slang infus juga masih tertancap di lengannya.
‘Terus saya kasih semangat dan paksa mereka makan, saya suapi meski saya sendiri tak nafsu sama sekali karena penciuman juga hilang,” sebutnya.
Tekad kuat dan semangat ingin sembuh serta perawatan pihak rumah sakit yang cukup bagus, kata Roy membawa kemenangan bagi mereka ‘berperang’ melawan Covid-19. “Puji Tuhan kami dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang setelah 11 hari dirawat,” ucapnya.
Untuk itu dia terus mengimbau jangan pernah anggap remeh Covid-19, apalagi jika abai virus tersebut tak hanya mengenai diri sendiri namun bisa menularkan kepada seluruh anggota keluarga yang disayangi. “Tetap saling menjaga, agar Covid-19 ini benar-benar hilang dari muka bumi,” tuturnya.
Sebelumnya Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Sumut, dr Nelly Fitriani mengatakan sepanjang Oktober 2021 terjadi penurunan siginifikan penyebaran Covid-19. Terhitung 1 hingga 26 Oktober 2021, kasus Covid-19 menunjukkan tren menurun. Bed Occupancy rate (BOR) pada 1 Oktober di angka 6,13, selanjutnya terus turun hingga tanggal 26 Oktober tercatat 1,82 persen. Begitu juga BOR ICU, 1 Oktober di angka 11,78 persen. Kemudian turun hingga ke angka 3,64 persen,” kata Nelly. (LMC/Irma Yuni)
