
Medan, 29/3 (LintasMedan) – Polisi memberi keterangan resmi terkait kasus pembunuhan wartawan mingguan Amran Parulian Simanjuntak, 36, Rabu.
Kapolsek Sunggal, Kompol Daniel Marunduri mengatakan dari hasil penyelidikan sementara, polisi menyimpulkan bahwa pembunuhan itu berlatar masalah pribadi.
“Kasus ini tidak ada kaitannya dengan perusahaan mana pun. Ini murni masalah pribadi,” katanya.
Dia mengatakan, tersangka dihabisi oleh seorang pelaku tepat setelah keluar dari gerai penjualan pulsa di Jalan KM 13,8 Desa Sei Semayang, Sunggal.
“Pelaku mendatangi korban dan sempat memukul namun korban melawan,” katanya.
Karena korban melawan, pelaku yang membawa senjata tajam kemudian menikam korban di bagian pinggang kiri dan di bagian perut.
“Untuk sementara ini, sudah ada lima saksi diperiksa,” ujarnya.
Sementara Pimpinan Umum surat kabar mingguan tempat korban bekerja, Janter Siahaan mengaku belum bisa memastikan apakah terbunuhnya Amran akibat pemberitaan atau karena masalah pribadi.
“Kami belum bisa pastikan apakah menyangkut berita atau tidak. Memang, korban ini sempat menulis berita tentang persoalan di salah satu perusahaan di Jalan Medan-Binjai,” kata Janter.
Kakak kandung korban Renova Simanjuntak mengatakan sebelumnya Amran memang mendapat telepon ancaman. “Tapi istrinya tidak tahu siapa yang mengancam karena korban tak mau menceritakan masalahnya pada keluarga,” katanya.
Sebelumnya korban dibunuh orang tak dikenal saat mengantar anaknya sekolah. Korban mendapat enam luka tikaman. Tiga lubang di bagian perut kiri, satu di ulu hati dan dua di punggung.(LMC/trb)
