
Madina, 28/7 (LintasMedan) – Proyek pembangunan Pasar Baru Panyabungan masih membutuhkan tambahan anggaran untuk merealisasikan pembangunannya. Meski secara tehnis selesai Desember 2021 namun belum bisa difungsikan karena tidak memiliki sarana pendukung.
“Kita masih butuh tambahan Rp22 Milyar lagi untuk pembangunan lanskap, pagar, drainase dan jalan. Tidak mungkin para pedagang menempati pasar dengan fasilitas yang belum lengkap. Harapan kami pedagang masuk mendapat kenyamanan,” ujar Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution, saat meninjau lokasi proyek, Rabu (28/7)
Pembangunan pasar sebanyak 850 kios ini menggunakan anggaran yang bersumber dari APBN TA 2020-2021. Dan dikelola oleh pihak pengembang PT Batesda Mandiri dengan nilai kontrak sebesar Rp72.332.195.000. Untuk menyeimbangkan keadaan pasar sebelum terbakar, Pemkab Madina juga menganggarkan prototipe sebanyak 250 kios.
Terkait kekurangan anggaran untuk sarana penunjangnya, Atika mengatakan Pemkab Madina segera membuat usulan ke Pemerintah Provinsi dan Pusat. Karena Pemkab mengharapkan pasar segera terealisasi dan dapat dipergunakan oleh para pedagang.
“September sudah masuk tahap finishing karena sudah mencapai 65 persen. Estimasi kita akan rampung Desember 2021,” sebut Atika, usai mengecek kondisi bangunan dan berkoordinasi dengan pihak pengembang.
Sementara sarana penunjang yang dimaksud itu direncanakan pembangunannya akan dimulai pada Januari 2022.(LMC-02)
