
Batubara,6/7 (LintasMedan) Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi berharap produksi cabai merah dari Kabupaten Batubara bisa menekan angka inflasi di Sumatera Utara.
Harapan ini disampaikannya saat menghadiri panen cabai merah di Desa Lubuk Cuik Kecamatan Limapuluh Kabupaten Batubara Senin.
Dalam panen raya tersebut Gubernur Sumut berdialog dengan para petani, Pemda dan juga stake holder yang mendukung Kabupaten Batubara menjadi centra produksi cabai merah di Sumut.
“Melihat panen cabai merah hari ini. Alhamdulillah hasilnya cukup memuaskan dan diharapkan ini dapat menurunkan tingkat inflasi di Sumut tahun 2017. Karena salah satu penyumbang inflasi terbesar di Sumut pada tahun lalu itu cabai merah. Dari inflasi sekitar 6 persen, empat persennya disumbangkan oleh cabai merah,” papar Erry.
Dari dialog yang dilakukan Gubernur Sumut dengan para petani diketahui bahwa satu hektar lahan cabai dapat memproduksi sekitar 11 ton cabai merah. Dari hasil panen selama ini menurut para petani turut dipasarkan diluar Sumut diantaranya Jambi, Riau dan Sumatera Barat dengan harga Rp30 ribu perkilonya.
Sebelumnya Bupati OK Arya Zulkarnaen mengatakan selain padi, Batubara juga sedangkan mengembangkan cabai dan bawang merah. Saat ini katanya, Batubara melakukan pengembangan cabai merah sebesar 960 hektar yang tersebar di tiga kecamatan. Sedangkan Bawang merah pada tahun 2016 telah dilakukan pengembangan dilahan 40 hektar dari yang pada tahun 2013 hanya dua hektar.
Hadir dalam panen raya tersebut Ketua TP PKK Prov Sumut Evi Diana Erry Nuradi, anggota DPRD Sumut Ir Zahir, M Robi Harahap, Jan Togu Damanik, A Rifai Tambunan, Bupati Batubara Ok Arya Zulkarnaen, FKPD Kabupaten batubara, Plt Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Provsu Azhar Harahap, Plt Kepala Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu dan para petani Kabupaten Batubara. (LMC-04)
