Skip to content

Akurat dan Edukatif

Primary Menu
  • Artikel
Live
  • Home
  • Headline
  • Kader PPP Minta Bustami Transparan di Hadapan Penyidik KPK
  • Headline

Kader PPP Minta Bustami Transparan di Hadapan Penyidik KPK

Lintas Medan 18 Juni 2016 3 min read
Aswan Jaya (tengah) bersama pengurus DPW PPP Sumut.(Foto:lintasMedan/irma)

Medan, 18/6 (LintasMedan) – Sejumlah kader PPP Sumut mengaku prihatin dengan ditetapkannya salah seorang anggota DPRD Sumut dari partai berlambang Ka,bah itu, Bustami HS menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK).

Bustami yang juga anggota DPRD Sumut dua periode yakni 2009-2014 dan 2014-2019, baru-baru ini dijadikan tersangka dalam pengembangan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji dari Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dalam beberapa kali pengesahan APBD dan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut yakni mulai tahun 2012 hingga 2015, serta penolakan penggunaan hak interpelasi oleh DPRD Sumut pada 2015. .

Selain Bustami, enam rekannya sesama wakil rakyat dari berbagai fraksi juga ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam pengembangan kasus yang sebelumnya juga telah menjerat lima anggota DPRD Sumut masuk ‘hotel prodeo’.

“Sungguh kami tidak percaya, Bustami HS itu sahabat saya dan dia orang baik, jujur serta suka membantu orang. Kita yakin penetapan kader PPP ini sebagai tersangka bernuansa politis,” kata Aswan Jaya, yang kini menjabat Ketua DPW PPP Sumut kubu Djan Faridz, kepada pers, Sabtu.

Untuk itu, dia meminta Bustami jujur dan terbuka kepada penyidik KPK, apa sebenarnya yang terjadi hingga dirinya terjerat menjadi tersangka kasus yang merugikan keuangan daerah itu.

Apalagi, kata Aswan pada priode dewan lalu, status Bustami di fraksi hanya sebatas anggota, sehingga menurutnya ada kesan KPK terlalu memaksakan diri agar kader PPP tetap ikut terseret dalam kasus pelanggaran hukum tersebut.

“Kita tak yakin Bustami yang hanya anggota biasa bermain sendiri atas nama fraksi,” ujar Aswan.

Sementara, kata dia sejumlah wakil rakyat fraksi lain di DPRD Sumut yang menjadi tersangka oleh KPK memiliki jabatan sebagai pimpinan fraksi, bahkan beberapa di antaranya merupakan pimpinan dewan.

Aswan menduga KPK tidak memiliki bukti kuat yang mampu menjerat para pimpinan fraksi, namun tetap memaksakan menetapkan salah satu kader PPP yang hanya anggota biasa sebagai tersangka.

“Kita berharap KPK bekerja secara profesional. Kita juga minta Bang Bustami ungkap semuanya di hadapan penyidik tanpa ada yang ditutup-tutupi karena ini menyangkut marwah PPP,”cetus Aswan didampingi sejumlah pengurus Sumut lainnya diantaranya Hasan Maturidi, Ketua DPC PPP Medan Yuni Piliang dan Ketua DPC PPP Batubara, Syafrizal.

Seperti di ketahui Fraksi PPP DPRD Sumut untuk periode 2009-2014 diketuai Fadly Nurzal Sag yang kini terpilih menjadi anggota DPR-RI.

Sedangkan untuk periode dewan 2014-2019 PPP tidak mencukupi untuk membentuk satu fraksi namun bergabung menjadi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang sepakat membentuk Fraksi Persatuan Keadilan Bangsa dengan ketua fraksinya Robby Agusman Harahap dari PKB.

Sebelumnya KPK menetapkan tujuh anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019 sebagai tersangka diduga menerima suap dari Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho.

Ketujuh tersangka yaitu, Muhammad Afan (PDI-P/Wakil Ketua DPRD Sumut periode 2009-2014), Budiman Nadapdap (Ketua Fraksi PDI-P), Guntur Manurung (Demokrat), Zulkifli Effendi Siregar (Wakil Ketua DPRD Sumut/Fraksi Hanura) Bustami HS (Anggota Fraksi PPP/PKB), Parluhutan Siregar (Ketua Fraksi PAN) serta Zulkifli Husein (PAN).

Beberapa waktu lalu KPK juga telah menahan lima anggota DPRD Sumut dalam kasus yang sama yakni, Ajib Shah (Ketua DPRD Sumut/Golkar), Saleh Bangun (Mantan Ketua DPRD Sumut periode 2009-2014 dan Ketua Fraksi Demokrat), Chaidir Ritonga (mantan Wakil Ketua DPRD Sumut/Golkar), Sigit Pramono Asri (Mantan Wakil Ketua DPRD Sumut/PKS), serta Kamaluddin Harahap (mantan Wakil Ketua DPRD Sumut periode 2009-2014/PAN).(LMC-02)

Post Views: 136
Tags: Bustami HS dprd sumut kpk tersangka

Continue Reading

Previous: DPRD: Inalum Jangan Jadi “Freeport” Jilid II
Next: BMI Minta Proses Sidang Ketua KNPI Sumut Netral

Related Stories

Kunjungi Labusel, Bobby Nasution Bantu Pembangunan Rumah Tahfiz dan Percepat Program Bedah Rumah
2 min read
  • Headline
  • Sumut

Kunjungi Labusel, Bobby Nasution Bantu Pembangunan Rumah Tahfiz dan Percepat Program Bedah Rumah

17 Oktober 2026
APBD Medan 2027 Fokus Benahi 100 Titik Banjir
2 min read
  • Headline
  • Medan

APBD Medan 2027 Fokus Benahi 100 Titik Banjir

14 Oktober 2026
Rakorwal GTRA 2026: Pemkab Simalungun Tegaskan Reforma Agraria Bukan Sekadar Seremonial
2 min read
  • Headline
  • Sumut

Rakorwal GTRA 2026: Pemkab Simalungun Tegaskan Reforma Agraria Bukan Sekadar Seremonial

22 September 2026

You may have missed

Perkuat Sinergi SPPA, Lapas Panyabungan Terima Kunjungan Dinsos Madina
1 min read
  • Sumut

Perkuat Sinergi SPPA, Lapas Panyabungan Terima Kunjungan Dinsos Madina

26 Oktober 2026
2027, Pemko Medan Tambah 26 Truk dan 151 Becak Motor Pengangkut Sampah
1 min read
  • Medan

2027, Pemko Medan Tambah 26 Truk dan 151 Becak Motor Pengangkut Sampah

25 Oktober 2026
Tolak Pasien BPJS, Rico Waas Perintahkan Dinkes Panggil RS Bunda Thamrin
2 min read
  • Medan

Tolak Pasien BPJS, Rico Waas Perintahkan Dinkes Panggil RS Bunda Thamrin

24 Oktober 2026
Surat Keterangan Ahli Waris Gratis, Rico Waas: Aparat Terbukti Pungli Dicopot
1 min read
  • Medan

Surat Keterangan Ahli Waris Gratis, Rico Waas: Aparat Terbukti Pungli Dicopot

24 Oktober 2026
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Headline
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • Sumut
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Foto
  • UKM
  • Feature
  • Bisnis
  • Advetorial
  • Sports
  • Hukum
  • Politik
  • Medan
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.