
Medan, 26/11 (LintasMedan) – Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto menyampaikan pihaknya akan menurunkan anggota Propam ke Tapanuli Utara terkait dugaan ketidaknetralan pesta demokrasi di wilayah itu yang disebut-sebut turut melibatkan jajaran Polres setempat.
“Kita sudah cek informasi ini yang menyebutkan ada oknum di jajaran Polri berpihak kepada salah satu Pasangan Calon (Paslon) di Pilkada Taput,” kata Whisnu,menjawab wartawan di acara silaturrahmi “Gubernur Sumut bersama Insan Pers dan Dialog Pilkada Damai, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Senin (25/11).
Sebelumnya Ketua SMSI Sumut Erris Julieta Napitupulu di pertemuan itu menyampaikan dugaan ketidaknetralan oknum Kapolres di Pilkada Taput.
Whisnu menyampaikan sangat senang ada masyarakat yang mengontrol kinerja Polri, baik itu masukan, masalah, kritikan dan pujian.
“Laporan Bu Erris ini kami tampung dan salurkan pada aturan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Dia melanjutkan, jika benar ada dugaan keberpihakan Kapolres Taput, kami akan turunkan anggota Propam untuk mengecek langsung kebenaran informasi tersebut,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Erris juga membeberkan soal kasus salah tangkap di wilayah hukum Polsek Taput.
Terkait masalah ini Whisnu menegaskan persoalan itu sudah selesai. “Jadi begitu diputuskan hakim tunggal kita kalah, hari itu juga harus dikeluarkan. Itulah pelajaran yang harus kita sampaikan kepada masyarakat, bahwasannya ada jalur hukumnya, ada aturannya, sehingga jika ada dugaan salah tangkap laporkan, saya tidak ragu-ragu menghukum anggota saya, saya tidak ragu-ragu menyampaikan hukuman ke anggota saya dan saya juga tidak ragu-ragu memberikan promosi bagi anggota saya yang benar,”papar Whisnu.
Tindakan keras dan terukur
Di bagian lain, Whisnu yang pernah menjabat Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri ini menyampaikan terkait laporan masih maraknya peredaran narkoba.
Ia mengaku tidak ragu-ragu untuk melakukan tindakan keras dan terukur dan soal penembakan kepada pelaku dilakukan, agar tidak ada lagi narkoba di Sumatera Utara ini.
“Saya risih, walaupun Sumut ini bukan kampung saya. Tetapi, selama 24 tahun saya tidur dengan orang Batak, yaitu istri saya”ujar Wisnu disambut tawa dan tepuk tangan audens.
Ia menegaskan akan memacu lebih keras lagi jajarannya agar Sumut benar-benar bebas dari narkoba.
Whisnu menyampaikan mertuanya adalah orang Siantar. “jadi jangan malu-maluin, jangan membuat kampung mertua saya rusak dengan narkoba.Makanya Siantar itu narkobanya saya hajar habis-habisan,” ucapnya.
Sebelumnya, Ketua SMSI Sumut Erris Julieta Napitupulu menyampaikan terkait, dugaan Kapolres Taput melakukan tindakan tidaknetral pada Pilkada Taput.
Erris juga mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Sumut yang menurunkan langsung petugas Propam ke Taput untuk mengecek kebenaran informasi yang disampaikan.
Turut Hadir dalam acara tersebut,Pj. Gubernur Sumut Agus Fatoni, Pangdam I Bukit Barisan, Dan Lanud Suwondo, Pangkosek, Dan Lantamal Belawan dan Kejati Sumut.(LMC-02)
