
Medan, 13/2 (LintasMedan) – Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi memantau lahan dan hutan di kawasan Danau Toba dengan menggunakan helikopter jenis AW139 buatan Italia tahun 2016.
Kegiatan itu dilakukan guna mengetahui titik api dari lahan dan hutan yang sering terbakar di kawasan tersebut.
‘’Kami memantau lewat udara ini untuk mengetahui titik-titik api yang menyebabkan lahan Danau Toba dan sekitarnya mudah terbakar serta menyusun langkah-langkah untuk mengantisipasinya,’’ kata gubernur melalui Plt Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Ilyas Sitorus kepada wartawan di Medan, Senin.
Turut serta dalam rombongan di antaranya anggota DPD RI Parlindungan Purba, Kadis Perhubungan Anthony Siahaan, Ketua PKK Hj Evi Diana Erry dan staf Dinas Kominfo Prov Sumut.
Menurut Erry pihaknya menumpang helikopter yang dihibahkan Badan SAR Nasional (Basarnas) ke Pemprov Sumut agar bisa memantau situasi tersebut lewat udara.
“Kita tidak mau kecolongan. Memasuki musim kemarau saat ini kebakaran hutan dan lahan di khususnya di kawasan Danau Toba berpotensi terjadi. Kita harus waspada bencana dan meminta kepala daerah dan instansi terkait turur mengantisipasinya,’’ paparnya.
Menurut data yang dilansir BPBD Prov Sumut sejumlah daerah di kawasan Danau Toba seperti Kabupaten Toba Samosir, Samosir, Simalungun, Humbang Hasundutan,Tapanuli Utara, dan serta beberapa kecamatan di Januari hingga Februari 2017 ini sudah memasuki warning dengan curah hujan yang rendah.
“Menurut BMKG juga ada hotspot di kawasan Danau Toba yang harus diantisipasi secara cepat. Seperti diketahui pada tahun 2016 kawasan Danau Toba sering terjadi kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
Kawasan ini masih tergolong sangat rawan kebakaran hutan dan lahan serta kebakaran pemukiman yang berpotensi mengganggu kawasan wisata nasional ini.
Selain melakukan pemantauan secara langsung melalui udara kita juga mengunjungi korban kebakaran di Pangururan,”ujar Erry.
Erry mengaku prihatin atas musibah terbakarnya 3 unit rumah adat Batak di Desa Parbaba, Kec. Pangururan, Kab. Samosir. ‘’Kami juga mendarat di Samosir meninjau lokasi kebakaran di kawasan wisata budaya tersebut,’’ tuturnya.(LMC-04)
