HM Nezar Djoeli
Medan, 17/11 (LintasMedan) – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumut H M Nezar Djoeli mendeklarasikan dirinya akan maju sebagai calon legislatif DPR RI dari Daerah Pemilihan (dapil) Sumut.
“Saya tegaskan akan maju menuju Senayan melalui PSI agar nantinya mampu menyuarakan aspirasi rakyat dari parlemen,” katanya pada peringatan HUT ke -8 PSI Sumut yang digelar di Poca Point Medan, Rabu (16/11).
Untuk itu Nezar meminta dukungan segenap rakyat Sumut untuk niat mulianya itu.
Dalam sambutannya mantan anggota DPRD Sumut ini mengatakan PSI telah memasuki usia matang dalam berpolitik di perayaan HUT ke 8 ini.
Ia menceritakan, PSI tercipta karena apatisme masyarakat yang menganggap politik adalah hal tabu dan tidak baik.
“Sehingga muncul pemikiran oleh para pendiri PSI untuk membentuk parpol guna menghempang keapatisan masyarakat itu. Hadirlah partai milenial yang bergerak untuk memperbaiki kondisi republik ini yang sedang tidak baik-baik saja,” katanya.
Dalam perjalanan delapan tahun PSI ini, Nezar menilai, PSI berhasil memperbaiki persepsi tersebut, hingga akhirnya PSI saat ini mendapat hati di masyarakat, walaupun kondisinya masih tertatih-tatih.
“Walaupun belum ada kursi di parlemen, tapi presiden sudah mempercayai kader PSI menjadi salah satu Wakil Menteri,” tegas Nezar.
Ia juga menyampaikan pesan kepada para bakal calon anggota legislatif dari PSI agar tidak takut untuk betarung dalam pemilu, melainkan harus menunjukkan pada partai lama lainnya, bahwa PSI juga mampu menyuarakan aspirasi rakyat di parlemen.
PSI yakin pada pesta demokrasi 2024 mendatang, akan memiliki perwakilan di DPR RI sekaligus mengajak masyarakat untuk mengubah konotasi negatif terhadap parpol dengan menjadi calon anggota legislatif.
Peringatan HUT ke-8 PSI tersebut yang dihadiri Sekretaris Dewan Pembina DPP PSI, Raja Juli Antoni. Dalam sambutannya Raja Juli menceritakan kilas balik perjalanan pembentukan PSI sebagai partai politik baru dengan ide besar untuk mengubah konotasi negatif masyarakat dari partai politik dan politisi.
“Konotasi negatif di masyarakat bahwa politik itu tipu-tipu, munafik, tidak berkomitmen dan lainnya, padahal politisi itu profesi yang mulia. Karena dalam sistem demokrasi yang kita percayai, partai politik adalah jantung dan urat nadi demokrasi sendiri. Tidak ada demokrasi tanpa parpol,” kata Raja.
Wakil Menteri Agraria Tara Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ini menyebutkan banyaknya kepala daerah yang belum berkomitmen kerakyatakan dan tidak menunaikan janji-janji politiknya, merupakan kegagalan parpol saat mengusung maupun mengkader para kepala daerah tersebut. Hal ini harus menjadi catatan partai politik sebelum mengusung seorang calon kepala daerah maupun presiden.
Ia juga berterima kasih kepada 2,7 Juta orang yang pada 2019 lalu memilih PSI, meski belum mampu membuat PSI mendapat kursi di Senayan. “2,7 juta orang itu bukan nilai yang sedikit. Mereka memilih PSI karena yakin, PSI akan memperjuangkan mereka. Karenanya tahun 2024, PSI akan hadir di Senayan,” tegasnya.(LMC-02)
