
Medan, 4/4 (LintasMedan) – PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I memastikan kesiapan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di kawasan wilayah Sumatera Utara.
Pihak pertamina memberikan keterangan tersebut terkait keresahan masyarakat karena terjadinya pengosongan premium di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
“Mayoritas SPBU masih menjual BBM premium. Hanya saja ada SPBU di jalan utama/perkotaan atau tidak dilalui angkutan umum yang tidak menjual premium. Tapi kalau di daerah pinggiran masih tetap menjual premium,” kata GM Pertamina MOR 1, Eldi Hendry saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan komisi C DPRD Sumut di ruang komisi, Selasa.
Dia menjelaskan bahwa Pertamina tetap menjual BBM premium dan masyarakat diberi pilihan untuk membeli jenis BBM yang lain seperti Pertalite dan Pertamax.
“Dengan hadirnya Pertalite, pemerintah memberi edukasi kepada masyarakat untuk membeli jenis BBM lain yang beda harga sekitar Rp 400 antara Pertalite dan Premium. Karena meski sekarang penggunaan Premium hanya dibeberapa negara seperti India,” ucapya.
Diakuinya bahwa SPBU sering mengalami kekosongan premium karena ketersediaan tangki di masing-masing SPBU tidak bertambah. Sementara ada penambahan jenis BBM Pertalite.
“Tapi Premium masih ada dan kita jamin stok nya aman,” ucapnya.
Penjelasan ketersediaan Premium ini, menjawab pertanyaan anggota Komisi C, Sutrisno Pangaribuan yang menyatakan, sejak kehadiran Pertalite, BBM jenis premium sering sekali kosong di SPBU.
“Apa ini karena kesengajaan karena banyak SPBU yang tidak lagi menjual premium. Padahal banyak masyatakat yang masih pakai premium,” ucapnya.
Selain itu, politisi PDIP ini juga menanyakan tentang penjualan BBM eceran meski jumlah SPBU juga banyak.
“Dari sisi keamanan itu tidak ada, belum lagi ada Pertamini. Keamanan penjual pengecer ini tidak ada yang menjamin, padahal sering terjadi kebarakan,” ungkapnya.
Oleh GM Pertamina MOR 1, Eldi memaparkan, keberadaan Pertamini dan pengecer BBM bukan bagian dari Pertamina karena tugasnya sedang dijajaki BPH Migas. “Kami juga sempat mau somasi soal logo Pertamina yang dipakai Pertamini. Tapi mekanisme penyaluran itu ke BPH Migas. Untuk kesediaan BBM yang kosong di SPBU bisa langsung menebus ke Pertamina, kalaupun untuk distribusi nya sering terkendala khususnya ke daerah-daerah terpencil seperti karena jalanan atau bencana lain,” dalihnya.(LMC-02)
