Skip to content

Akurat dan Edukatif

Primary Menu
  • Artikel
Live
  • Home
  • Luar Negeri
  • WNI di Qatar Diimbau Tidak Panik
  • Luar Negeri

WNI di Qatar Diimbau Tidak Panik

Lintas Medan 7 Juni 2017 2 min read

Kerumunan orang berkumpul di depan kantor cabang maskapai Qatar Airways, Selasa (6/6). Pemutusan hubungan diplomatik tujuh negara terhadap Qatar berdampak pada penerbangan dari dan ke Qatar. (Foto: LintasMedan/BBC)

Kerumunan orang berkumpul di depan kantor cabang maskapai Qatar Airways, Selasa (6/6). Pemutusan hubungan diplomatik tujuh negara terhadap Qatar berdampak pada penerbangan dari dan ke Qatar. (Foto: LintasMedan/BBC)

Doha, Qatar, (LintasMedan) – Sebanyak 43.000 warga negara Indonesia yang bekerja di Qatar disarankan tidak menimbun barang-barang kebutuhan atau membeli tiket pulang setelah Qatar dikucilkan oleh tujuh negara.

Menurut Pelaksana Fungsi Pensosbud Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Anwar Luqman Hakim di Doha, Rabu, pihaknya telah mendapat jaminan dari Pemerintah Qatar bahwa segala langkah sedang dipersiapkan, sehingga tidak perlu terjadi kepanikan.

“Intinya agar masyarakat tetap tenang, tetap waspada memang perlu untuk melihat perkembangannya tetapi tidak perlu untuk melakukan hal-hal yang berlebihan seperti menimbun barang-barang kebutuhan. Itu tidak perlu,” ujarnya.

KBRI, tambahnya, juga tidak menyarankan warga Indonesia di Qatar untuk membeli tiket pulang.

“Itu juga tidak disarankan. Jadi tetap saja kehidupan berlangsung seperti biasa, normal, karena pernyataan resmi dari pemerintah Qatar juga mengatakan hal yang sama bahwa mereka sudah melakukan hal-hal yang diperlukan untuk memastikan keadaan ini tidak mempengaruhi masyarakat baik secara sosial maupun ekonomi,” kata Anwar.

Disebutkannya, WNI yang selama ini bekerja di Qatar tercatat sekitar 25.000 orang adalah pekerja di sektor rumah tangga dan sisanya bekerja di perusahaan-perusahaan Qatar atau multinasional.

“Stok barang juga dipastikan ada. Pak Dubes (Dubes RI di Qatar) juga sudah bertemu dengan sekjen Kemlu Qatar dan diyakinkan kembali bahwa pemerintah Qatar sudah mempersiapkan segala sesuatu terkait logistik dari jauh-jauh hari,” tambahnya.

Meski pihak KBRI di Doha sudah mengeluarkan agar WNi di negara itu tidak panik, tetapi sebagian warga negara Indonesia diinformasikan tetap saja membeli tiket sebagai langkah antisipasi, seperti yang dilakukan oleh Wirawan, yang bekerja di industri perminyakan di Doha.

“Terus terang saya sudah langsung membeli tiket juga kemarin untuk berjaga-jaga,” ungkap Wirawan.

Sebagaimana diketahui, negara-negara yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar adalah Arab Saudi, Mesir, Bahrain, Uni Emirat Arab, Libia, Yaman, dan Maladewa dengan alasan Qatar mendukung kelompok-kelompok teroris seperti Al-Qaeda dan kelompok yang menyebut diri Negara Islam (ISIS).

Namun Qatar menyebut tuduhan itu tidak berdasar dan meminta agar persoalan ini diatasi melalu dialog.

Di antara konsekuensi pembekuan hubungan adalah penutupan wilayah udara negara-negara yang memutuskan hubungan bagi maskapai penerbangan Qatar Airways dan penutupan jalur darat antara Arab Saudi dan Qatar yang menjadi rute penting bagi pasokan makanan ke negara kecil di kawasan Teluk tersebut.

Pemutusan hubungan diplomatik yang dilakukan oleh beberapa negara Arab terhadap Qatar diperkirakan dapat menyebabkan terganggunya perdagangan komoditas, mulai dari minyak mentah, makanan, hingga logam.

Hal ini dikhawatirkan dapat mengejutkan pasar gas global, di mana negara-negara teluk sebagai pemain utamanya. (LMC-05/BBC/Rtr)

Post Views: 99
Tags: diimbau panik qatar tidak wni

Continue Reading

Previous: Korban Bom Konser Ariana Grande Bertambah
Next: Raja Salman Kecam Seorang Kolumnis Surat Kabar

Related Stories

Apresiasi Program Kesehatan dan Infrastruktur,Warga Langkat Deklarasi Dukung Bobby di Pilgub Sumut 2024
2 min read
  • Luar Negeri
  • Politik
  • Sumut

Apresiasi Program Kesehatan dan Infrastruktur,Warga Langkat Deklarasi Dukung Bobby di Pilgub Sumut 2024

2 Oktober 2024
Singapura Kampanyekan Destinasi Wisata Ramah Muslim
2 min read
  • Headline
  • Luar Negeri
  • Medan

Singapura Kampanyekan Destinasi Wisata Ramah Muslim

28 Mei 2024
25 Tewas Setelah Ledakan Besar di Kuba
1 min read
  • Luar Negeri

25 Tewas Setelah Ledakan Besar di Kuba

7 Mei 2022

You may have missed

INDOMOBIL Expo Medan 2026: Perkuat Ekosistem Mobil Listrik dan SPKLU di Sumut, Hadirkan Perdana Leapmotor, Changan, dan Indomobil eMotor
2 min read
  • Bisnis

INDOMOBIL Expo Medan 2026: Perkuat Ekosistem Mobil Listrik dan SPKLU di Sumut, Hadirkan Perdana Leapmotor, Changan, dan Indomobil eMotor

18 Agustus 2026
Mengenal Sekolah Tinggi Ilmu Shuffah Al-Qur’an Abdullah bin Mas’ud (STISA ABM)
1 min read
  • Medan

Mengenal Sekolah Tinggi Ilmu Shuffah Al-Qur’an Abdullah bin Mas’ud (STISA ABM)

14 Agustus 2026
Pasca Ungkap 14 Kasus Narkotika Kapolres Madina Sebut 97.423 Jiwa Terselamatkan
1 min read
  • Sumut

Pasca Ungkap 14 Kasus Narkotika Kapolres Madina Sebut 97.423 Jiwa Terselamatkan

13 Agustus 2026
Emas Semakin Diminati, BSI Region Medan Catat Pertumbuhan Tabungan Emas 444%
1 min read
  • Bisnis

Emas Semakin Diminati, BSI Region Medan Catat Pertumbuhan Tabungan Emas 444%

12 Agustus 2026
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Headline
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • Sumut
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Foto
  • UKM
  • Feature
  • Bisnis
  • Advetorial
  • Sports
  • Hukum
  • Politik
  • Medan
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.