Bupati Sergai Adlin Umar Yusri Tambunan bersama unsur muspida menggelar rapat jelang pembelajaran tatap muka.(Foto:LintasMedan/ist)
Sei Rampah, 01/9 (LintasMedan) – Pemerintah Serdang Bedagai terkesan sangat berhati-hati dalam menghadapi proses Pembelajaran Tatap Muka bagi para siswa. Sejumlah sekolah di Sergai dalam waktu dekat akan melakukan proses belajar mengajar di sekolah secara normal.
Wakil Bupati Sergai Adlin Umar Yusri Tambunan mengatakan PTM yang segera diberlakukan merupakan kabar baik yang tentunya sangat disambut gembira oleh para orangtua siswa.
Pasalnya kegiatan belajar-mengajar sudah lebih 1 tahun dilaksanakan dalam jaringan (daring) akibat pandemi Covid-19 yang masih melanda.
Rencana PTM menjadi agenda utama dalam rapat koordinasi (rakor) pembahasan di Aula Sultan Serdang, Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Rabu (01/9).
Adlin Umar berpendapat, PTM akan menghadapi berbagai tantangan yang perlu diantisipasi dengan hati-hati.
“Kabupaten Sergai saat ini masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3. Kita tentu saja berharap pembelajaran tatap muka akan bisa segera kita laksanakan, namun saya tegaskan bahwa mekanismenya harus benar sesuai dengan protokol kesehatan (prokes ) yang ketat,” katanya.
Setiap tingkatan mulai dari SD, SMP hingga SMA, sebut Adlin Tambunan, memerlukan perlakuan yang berbeda agar pesan sosialisasi PTM ini bisa sampai, dipahami dan diterapkan secara baik.
Untuk itu ia meminta kepada pihak Dinas Pendidikan agar bisa benar-benar merumuskan kebijakan yang jadi solusi bagi tantangan tersebut. Selain itu, pihaknya juga meminta peran dan kontribusi orang tua untuk aktif membimbing dan mengarahkan anak terkait pentingnya prokes.
Sebagai salah satu persiapan dalam eksekusi rencana ini, Wakil Bupati Sergai menyebut perlu dilakukan simulasi PTM. Simulasi ini menurutnya merupakan bentuk kehati-hatian yang diperlukan agar diperoleh gambaran jelas dan bisa dilakukan evaluasi komprehensif sebelum nantinya PTM bisa diterapkan secara penuh.
“Ini menyangkut kesehatan anak-anak kita, jadi mesti dirumuskan dengan serius. Lebih lanjut lagi, ini juga akan berpengaruh kepada kesehatan lingkungan sekitar dan bahkan dalam cakupan yang lebih luas,” ucapnya.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Pendidikan Sergai Suwanto Nasution, S.Pd, MM, menyampaikan jika seluruh unsur Forkopimda Kabupaten Sergai sudah menyetujui rencana PTM dan menanggapi arahan Wakil Bupati, ia menyebut akan diadakan simulasi di 3 Kecamatan yaitu Sei Rampah, Perbaungan dan Sei Bamban, berturut-turut mulai tanggal 6 hingga 8 September.
“Kami sudah membuat rencana kegiatan dan aturan sebagai dasar dan dukungan pelaksanaan PTM ini. Salah satu yang paling utama adalah semua guru harus sudah divaksin. Bagi yang belum, tidak diperbolehkan mengajar, bahkan tidak boleh masuk dalam areal sekolah. Kami juga aktif melaksanakan sosialisasi ke satuan pendidikan sekaligus membuat keputusan bersama dengan Kepala Kantor (Kakan) Kemenag Sergai,” tuturnya.
Dukungan terhadap pelaksanaan PTM juga disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Sergai dr. M. Riski Ramadhan Hasibuan, SH, SE, MKM, mengatakan pihak-pihak yang terlibat dalam proses PTM ini mesti menerapkan betul prokes dalam setiap proses belajar-mengajar.
“Mewakili lembaga legislatif Sergai, saya berharap agar setiap rencana yang sudah dibuat oleh Dinas Pendidikan Sergai dapat segera dilaksanakan dan implementasinya harus maksimal. Kami mendukung setiap upaya yang dilaksanakan untuk peningkatan kualitas pendidikan karena aspek pendidikan adalah masalah strategis yang tentu harus menjadi perhatian seluruh pihak,” harapnya.(LMC/Irma yuni)
