
Medan, 18/2 (LintasMedan) – Kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan meminta pemerintah kota (Pemko) setempat agar lebih serius mengatasi penyebab banjir di kawasan Medan utara.
“Kita merasa kecewa dengan kinerja instansi terkait di lingkungan Pemko Medan dalam mengatasi penyebab banjir di kawasan utara Kota Medan, khususnya di Kecamatan Medan Marelan,” kata anggota Fraksi Gerindra DPRD Medan, Suciati kepada pers di Medan, Selasa (18/2).
Menurut dia, banjir dan genangan yang terjadi di sebagian besar wilayah Medan Marelan disebabkan sistem drainase belum berfungsi secara baik dan banyak parit tumpat.
Pada saat hujan turun, lanjutnya, kerap terjadi genangan di sejumlah rumah penduduk.
Berdasarkan pantauan di lapangan, salah satu drainase yang tidak berfungsi baik itu terdapat di Jalan Marelan Raya.
“Pemko Medan melalui organisasi perangkat daerah terkait harus lebih serius menuntaskan masalah banjir dan genangan saat turun hujan di kawasan Medan Marelan,” katanya.
Menurut dia, ada beberapa faktor penyebab banjir di kawasan itu, pertama, saluran drainase tidak berfungsi karena telah ditutup oleh pengusaha maupun pemilik ruko di seputaran Jalan Marelan Raya.
Kedua, saluran air kurang optimal lantaran adanya pipa gas besar di tanah, sehingga sampah menumpuk di sekitar jaringan pipa dan tidak dapat mengalir ke parit karmila.
Ketiga, beberapa tahun lalu di sekitar ruas jalan Pasar IV atau Harapan Mekar terdapat parit besar dan jembatan di atasnya, tetapi sekarang jembatan itu ditutup dan beralih fungsi menjadi jalan raya.
Suciati yang bermukim di kawasan Medan Marelan sejak tahun 1983, mendesak Pemko Medan harus membenahi drainase di seputaran ruko Jalan Marelan raya.
“Jangan ada lagi yang menutup drainase. Keberadaan pipa gas besar yang selama ini menghambat saluran air juga harus dicari solusi agar tidak menghalangi aliran air di drainase,” ujar dia.
Politisi yang berasal dari daerah pemilihan Kecamatan Medan Marelan, Labuhan, Medan Deli dan Belawan ini menambahkan, banjir di Marelan dapat diatasi dengan dilakukan normalisasi parit karmila.
Selain menormalisasi parit maupun sungai, ia juga mengajak segenap warga di Medan utara agar tidak membuang sampah sembarangan. (LMC-02)
