Skip to content

Akurat dan Edukatif

Primary Menu
Live
  • Home
  • Feature
  • “Jangan Takut Divaksin, Nggak Sakit Kok”
  • Feature

“Jangan Takut Divaksin, Nggak Sakit Kok”

Lintas Medan 27 Juni 2021 4 min read
Warga Kota Medan dengan tertib menunggu antrian untuk divaksin pada kegiatan vaksinasi massal yang digelar di Jalan Putri Hijau Medan.(Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 27/6 (LintasMedan) – Keraguan bahkan penolakan terhadap vaksin yang awalnya terjadi di tengah-tengah masyarakat akhirnya terbantahkan, dengan semakin tingginya animo warga yang ingin sesegera mungkin mendapatkan suntikan produk bioteknologi yang menjadi solusi perlindungan terhadap pandemi Covid-19.

Hingga saat ini, ribuan warga rela antri untuk mendapatkan vaksinasi di beberapa lokasi yang disediakan oleh pemerintah di masing-masing daerah. Di Medan vaksinasi massal di antaranya digelar di Lapangan Benteng, Eks Bandara Polonia dan sejumlah Puskesmas. Cukup tunjukkan KTP untuk mendapatkan suntik vaksin Covid-19

Keberadaan vaksin ini diharapkan dapat melindungi masyarakat Indonesia dari pandemi dan pemberian vaksin COVID-19 adalah solusi yang dinilai paling tepat untuk mengurangi jumlah kasus infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19.

“Hari ini sebanyak 10 ribu warga Medan divaksin dan setiap hari vaksinasi di Kota Medan terus berjalan. Target vaksinasi kita hampir tunai,” kata Walikota Medan, Bobby Nasution, saat meninjau program vaksinasi massal di Pelabuhan Belawan, Sabtu (26/6) kemarin. Turut serta dalam peninjauan itu Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Simanjuntak dan Pangdam I BB, Mayjend Hassanuddin.

Menurut Bobby pemerintah setempat menargetkan 1.8 juta warga Medan harus mendapatkan vaksin Covid-19 agar pandemi ini bisa segera teratasi dan roda perekonomian maupun sektor pendidikan bisa kembali berjalan normal. Pemko Medan juga melakukan kerjasama dengan berbagai pihak termasuk menggandeng Kementerian BUMN untuk menyelenggarakan vaksinasi massal.

“Kita optimis bisa segera tercipta kekebalan massal di Kota Medan,” ucapnya.

Polri dan TNI serta pemerintah daerah diberi amanah oleh Presiden R Joko Widodo untuk turut membantu program vaksinasi massal. Target TNI-Polri adalah vaksin satu juta orang per hari di seluruh provinsi di Indonesia.

Untuk Kota Medan, digelar empat titik pelaksanaan vaksinasi secara gratis dan umumnya di tiap-tiap lokasi di penuhi oleh masyarakat yang ingin divaksin.

Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Simanjuntak mengatakan dosis vaksin sebanyak 112 ribu telah disuntikkan kepada masyarakat dari 121 ribu dosis yang didistribusikan ke Sumut.

“Bahkan Sumut masih akan minta tambahan sebanyak 60 ribu lagi dosis vaksin mengingat masih banyak masyarakat baik di Medan maupunn seluruh wilayah Sumut yang belum mendapat bagian. “Saat ini saja sebanyak 60 ribu dosis telah disuntikkan diberbagai wilayah ada 146 titik kami laksanakan vaksinasi massal di seluruh Sumut,” ujarnya.

Untuk diketahui, di Sumut sendiri ada sekitar 450 tim yang bertugas menjadi vaksinator bekerja sama dengan TNI, Polri dan pemerintah daerah.

Sementara itu Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemko Medan, Arrahman Pane mengatakan sasaran utama vaksinasi saat ini adalah guru dan tenaga pendidik, menyusul rencana pembelajaran tatap muka bulan depan.

“Hingga kini sekitar 84 persen dari guru yang ada di Medan, sudah divaksinasi,” kata Rahman.

Selain itu, vaksinasi di Medan juga bisa dilakukan di Puskesmas-Puskesmas dan terbuka untuk masyarakat umum.

“Pemkot Medan membuka layanan vaksinasi ini di seluruh puskesmas yang ada di Kota Medan. Datang saja ke puskesmas terdekat,” katanya.

Dia menyebut, tak ada syarat khusus bagi warga umum yang hendak mengikuti vaksinasi, hanya diharuskan membawa identitas diri atau KTP warga Kota Medan. Jika KTP hilang atau tak ada, bisa membawa kartu keluarga untuk mendaftar. Selanjutnya, kata dia, pastikan bahwa kondisi kesehatan saat hendak divaksinasi dalam kondisi sehat dan prima. Petugas medis di puskemas akan melakukan skrining untuk mengecek kondisi kesehatan sebelum diberi suntikan vaksin.

Dia mengimbau warga untuk menghindari kerumunan di puskesmas dan Pemko Medan sendiri memastikan seluruh warganya akan menerima vaksinasi secara bertahap dan gratis.

Menteri BUMN Erick Thohir, Sabtu 26/6 juga telah meresmikan Sentra Vaksinasi Bersama BUMN di Lanud Soewondo Medan, bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Pemerintah Daerah dan sejumlah Rumah Sakit.

Sentra vaksinasi ini sendiri ditargetkan mampu mengubah status zona di Kota Medan menjadi lebih aman, sebab beberapa kota besar ditetapkan sebagai zona merah penyebaran Covid-19, berdasarkan lonjakan kasus yang terjadi.

“Pandemi ini belum berakhir bahkan status zona merah muncul di berbagai kabupaten dan juga ibu kota provinsi. Meski upaya maksimal terus dilakukan pemerintah, namun harus mendapat partisipasi aktif dari masyarakat,” kata Erick.

Berdasarkan data gugus tugas Covid-19 status Kota Medan yang berpenduduk 2,43 juta orang atau 16,46% dari total populasi Sumut, kini berada di zona merah dengan penambahan kasus di atas 30 orang setiap hari.

Untuk itu Erick menginginkan sentra vaksinasi tersebut direspons karena pelayanan ini terbuka untuk siapa saja yang belum divaksin.

Cakupan persentase jumlah warga Sumut yang sudah menjalani vaksinasi Ccovid-19 pun masih rendah. Secara nasional, cakupan vaksin pertama di wilayah tersebut berada di peringkat 20 nasional dengan 40,23 %. Adapun vaksin kedua baru 21,58 % atau di posisi 23 nasional.

“Sentra vaksinasi di Medan ditargetkan 5.000 orang per hari. Saya yakin bisa dicapai, karena semua orang dari berbagai kalangan bisa divaksin. Saya minta semua orang lebih disiplin dalam menjalankan 3 M,” pungkas Erick.

Wagub Sumut Musa Rajekshah (Ijek) menyampaikan apresiasi atas dibukanya sentra vaksinasi Covid-19 oleh Kementerian BUMN. Karena itu, kepada masyarakat dirinya mengimbau agar antusias datang ke tempat tersebut untuk mendapatkan vaksin.

“Sampai saat ini, sudah lebih dari 900 ribu orang yang divaksin di Sumut. Kami juga terima kasih kepada seluruh kepala daerah se-Sumut yang terus melakukan sosialisasi pencegahan Covid-19 dan kegiatan vaksinasi di tempat masing-masing,” sebut Ijek.

Sebelumnya pemerintah RI gencar melakukan sosialisasi pentingnya tubuh mendapatkan Vaksin Covid-19 yang merupakan bagian dari upaya pencegahan dari infeksi Covid-19.

Bahkan Wakil Presiden Maruf Amin sampai meminta para cendekiawan dan akademisi gencar menyosialisasikan pentingnya vaksinasi juga menjaga protokol kesehatan dalam rangka menekan penularan Covid-19.

Sebab, kata Wapres, menurut para ulama menjaga diri dari bahaya wabah hukumnya wajib (al ikhtiraj ‘anil waba wajiban) dan juga agar pandemi Covid-19 ini dapat dikendalikan sehingga dampak sosial ekonominya segera teratasi.

Sebagaimana gencar disosialisasikan vaksin memiliki fungsi mendorong pembentukan kekebalan spesifik atau imunitas tubuh agar mampu melawan Covid-19. Dengan adanya kekebalan diharapkan tubuh kita dapat terhindar dari penularan ataupun kemungkinan mengalami sakit yang berat akibat infeksi virus corona.

Namun demikian, perlu juga diingat bahwa upaya pencegahan COVID-19 tersebut tentunya tetap harus disertai protokol kesehatan, misalnya dengan selalu menjaga jarak fisik, menjauhi kerumunan atau tempat yang ramai, mengenakan masker, dan rajin mencuci tangan.

Salah seorang warga Medan, Sumuang, 49, mengaku telah mendapatkan vaksin tahap I dan tahap II beberapa waktu lalu. “Jadi jangan takut untuk divaksin, nggak sakit kok,” ucap warga Pulu Brayan Medan ini. (LMC/Irma Yuni)

Post Views: 33

Continue Reading

Previous: Petugas Harus Tetap Semangat Edukasi dan Sosialisasi Bahaya Covid-19
Next: Covid-19 Tak Menjadikan Pelaku UMKM di Madina Patah Semangat

Related Stories

INALUM dan Puskesmas Sei Suka Sosialisasikan PHBS ke Warga Desa Kuala Tanjung
2 min read
  • Asahan
  • Feature
  • Medan
  • Sumut

INALUM dan Puskesmas Sei Suka Sosialisasikan PHBS ke Warga Desa Kuala Tanjung

20 September 2025
“Let it Flo”, Solusi Jasa Marga Ciptakan Pengalaman Berkendara Yang Mulus
4 min read
  • Feature

“Let it Flo”, Solusi Jasa Marga Ciptakan Pengalaman Berkendara Yang Mulus

21 Maret 2024
Guru Jangan Dibiarkan Sendirian Menghadapi Masalah PJJ Guru jangan dibiarkan sendirian menghadapi masalah PJJ
5 min read
  • Feature
  • Headline

Guru Jangan Dibiarkan Sendirian Menghadapi Masalah PJJ

26 Oktober 2022

You may have missed

Hari Jadi ke-193 Simalungun: Momentum Perkuat Generasi Kini dengan Warisan Masa Lampau
2 min read
  • Sumut

Hari Jadi ke-193 Simalungun: Momentum Perkuat Generasi Kini dengan Warisan Masa Lampau

11 April 2026
Wakil Bupati Paparkan Program MBG di Simalungun Terus Berkembang
2 min read
  • Sumut

Wakil Bupati Paparkan Program MBG di Simalungun Terus Berkembang

11 April 2026
Keluarga Besar IPK Asahan Gelar Halal Bihalal 1447 H / 2026 M
1 min read
  • Asahan
  • Sumut

Keluarga Besar IPK Asahan Gelar Halal Bihalal 1447 H / 2026 M

10 April 2026
Pemkab Simalungun Tegaskan Komitmen Perkuat Peran PKK Sebagai Motor Penggerak Kesejahteraan Masyarakat
3 min read
  • Sumut

Pemkab Simalungun Tegaskan Komitmen Perkuat Peran PKK Sebagai Motor Penggerak Kesejahteraan Masyarakat

10 April 2026
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Headline
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • Sumut
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Foto
  • UKM
  • Feature
  • Bisnis
  • Advetorial
  • Sports
  • Hukum
  • Politik
  • Medan
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.