Skip to content

Akurat dan Edukatif

Primary Menu
Live
  • Home
  • Luar Negeri
  • Ucapan Terakhir Aylan Kurdy : Ayah Jangan Mati
  • Luar Negeri

Ucapan Terakhir Aylan Kurdy : Ayah Jangan Mati

Lintas Medan 6 September 2015 2 min read

Jasad Aylan Kurdi saat ditemukan.(Foto:Fresstv)

Jasad Aylan Kurdi saat ditemukan.(Foto:Fresstv)
Jasad Aylan Kurdy saat ditemukan.(Foto:Fresstv)

Kobane, 6/9 (LintasMedan) – “Ayah, jangan mati.” Itulah kata-kata terakhir Aylan Kurdy kepada sang ayah, sebelum Laut Aegean yang dingin menelan tubuh mungilnya.

Abdullah Kurdy, sang ayah, tak akan pernah melupakan kata-kata itu. Aylan mengucapkannya di telinga sang ayah dengan suara lirih.

“Suaranya pelan, tapi saya bisa mendengar kata-kata Aylan itu,” ujar Bibi Fatima seperti dikutip PressTV.

Bibi Fatima berhenti sejenak, mengusap air mata, dan melanjutkan; “Ketika laut menggelegak dan perahu terbalik, Abdullah mencoba tetap memegang Aylan dan Galip agar hidung keduanya tetap di atas air.”

Saat itulah Aylan, kata Bibi Fatima, mengatakan; “Ayah jangan mati.”

Abdullah terus menahan Galip dan Aylan dengan tangannya. Tiba-tiba, lanjut Bibi Fatima, Abdullah melihat Galip tewas.

“Ia melepas Galip, dan fokus menyelamatkan Aylan,” kata Bibi Fatima terbata-bata.

Suara Bibi Fatima sedikit keras penuh emosi saat mengatakan; “Abdullah melihat darah mengalir dari mata Aylan. Tubuh Aylan lemas. Abdullah menutup mata, dan melepas jasad Aylan.”

Abdullah berenang. Kali ini dia mencari Rehan, istri tercinta.

“Abdullah menemukan Rehan, tapi telah mengambang di air,” kata Bibi Fatima.

Di pantai, Abdullah mencari jasad ketiganya untuk sekadar menangisi dan menyesali kegagalan menyelamatkan ketiga, atau salah satunya.

“Aku mencoba dengan segala kekuatan, aku tak bisa,” ujar Abdullah kepada Bibi Fatima.

Abdullah Kurdy kembali ke Kobane, kota di perbatasan Suriah-Turki yang berusaha direbut ISIS dari tangan YPG, untuk memakamkan ketiganya.

Aylan, Galip, dan Rehan, tidak mati sia-sia. Gambar Aylan menjadi virus di media sosial, situs, dan koran, dan mengiris hati setiap manusia di Eropa dan dunia.

Nasib tragis Aylan membuka pintu nurani Eropa untuk menerima ribuan pengungsi, dan menggerakan tangan jutaan lainnya untuk memberi donasi.(LMC/INC)

1

Post Views: 31
Tags: Aylan Kurdy isis Suriah Turki

Continue Reading

Previous: Puluhan WNI Jadi Korban Perahu Karam di Perairan Malaysia
Next: Korban Tewas Kapal Karam Capai 63 Orang

Related Stories

Apresiasi Program Kesehatan dan Infrastruktur,Warga Langkat Deklarasi Dukung Bobby di Pilgub Sumut 2024
2 min read
  • Luar Negeri
  • Politik
  • Sumut

Apresiasi Program Kesehatan dan Infrastruktur,Warga Langkat Deklarasi Dukung Bobby di Pilgub Sumut 2024

2 Oktober 2024
Singapura Kampanyekan Destinasi Wisata Ramah Muslim
2 min read
  • Headline
  • Luar Negeri
  • Medan

Singapura Kampanyekan Destinasi Wisata Ramah Muslim

28 Mei 2024
25 Tewas Setelah Ledakan Besar di Kuba
1 min read
  • Luar Negeri

25 Tewas Setelah Ledakan Besar di Kuba

7 Mei 2022

You may have missed

Rico Waas Tekankan Pelayanan dan Ruang Aspirasi Buruh pada May Day
2 min read
  • Medan

Rico Waas Tekankan Pelayanan dan Ruang Aspirasi Buruh pada May Day

29 April 2026
Warga Medan Johor Apresiasi Pengaspalan Jalan Speksi Kanal
2 min read
  • Medan

Warga Medan Johor Apresiasi Pengaspalan Jalan Speksi Kanal

29 April 2026
Wali Kota Medan Dorong APRI Susun SOP Pernikahan Yang Sakral dan Tertib Administrasi
2 min read
  • Medan

Wali Kota Medan Dorong APRI Susun SOP Pernikahan Yang Sakral dan Tertib Administrasi

29 April 2026
Rico Waas Dukung Sosialisasi Jaminan Kecelakaan Kerja bagi ASN
1 min read
  • Medan

Rico Waas Dukung Sosialisasi Jaminan Kecelakaan Kerja bagi ASN

29 April 2026
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Headline
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • Sumut
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Foto
  • UKM
  • Feature
  • Bisnis
  • Advetorial
  • Sports
  • Hukum
  • Politik
  • Medan
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.