Petugas medis melakukan vaksinasi kepada Lansia di Medan.(Foto:LintasMedan/ist)
Medan, 16/10 (LintasMedan) – Para camat di Medan diminta untuk jangan lengah dan terus melakukan pemantauan wilayah kerja masing-masing wilayah ini sudah turun PPKM level 2.
“Jangan lengah atau lalai dalam penanganan pencegahan Covid-19 ini, terutama dalam hal vaksinasi dan tertib protokol kesehatan,” kata Sekda Wiriya Alrahman, Jumat.
Sebagaimana beberapa poin rapat koordinasi penanganan Covid-19, kemarin, salah satu arahan Walikota Medan Bobby Nasution, kata Wiriya program vaksinasi kepada Lansia juga segera dituntaskan dengan upaya ‘door to door.
“Para camat bisa mengupayakan vaksinasi secara door to door untuk lansia dalam upaya mempercepat program vaksinasi,” katanya.
Saat ini, Medan telah mendapat 112 ribu vaksin Pfizer. Vaksinasi diprioritaskan untuk lansia juga anak usia 12 sampai 18 tahun untuk mendukung Pembelajaran Tatap Muka.
Selain itu, camat juga harus mempunyai data nama dan alamat warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan menjalin kerjasama dengan pihak Puskesmas untuk melakukan tracing dan testing.
“Pak Wali Kota juga menginginkan para camat melakukan monitoring dan memberikan laporan penanganan Covid-19 di wilayah masing-masing,” ucap Sekda seraya mengingatkan pimpinan OPD memberikan pendampingan yang maksimal kepada camat-camat dan juga membuat laporan pendampingan.
“Covid-19 masih ada dan akan menyerang saat kita lemah dan lengah,” pesan Sekda seraya mengingatkan protokol kesehatan agar lebih didisiplinkan terutama 5M yaitu budaya memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas serta ubah laku prokes hendaklah berjalan baik.
Sekda memaparkan, selama beberapa hari terakhir ini terjadi perkembangan perlu diperhatikan. Dia merincikan, pada 10 Oktober pertambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 12, 11 Oktober 10 kasus, 12 Oktober 12 kasus, dan 13 Oktober meningkat tajam menjadi 31 kasus.
“Dari tanggal 10 sampai 12 Oktober tidak ada yang meninggal dunia, namun pada tanggal 13 Oktober tercatat satu orang meninggal. Ini menjadi warning bagi kita,” ucap Sekda seraya mencontohkan kejadian Singapura yang kasus Covid-19 sempat turun namun belakangan melonjak tajam.
Dalam rapat itu, para camat diminta bertanggung-jawab untuk membawa warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19 ke isolasi terpadu milik Pemko Medan, baik di Hotel Novotel Soechi maupun Gedung Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK).(LMC/Irma Yuni)
