????????????????????????????????????

Deli Serdang, 7/7 (LintasMedan) – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi melakukan panen padi varietas unggul yang memiliki produktivitas tinggi di Desa Pasar Miring, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (7/7).
“Kalau bisa varietas padi unggul ini dapat digunakan oleh seluruh petani di Sumut, karena serangan hama sangat minim dan hasil panennya bagus,” kata Gubernur, usai memotong padi dengan sabit, sebagai tanda dimulainya panen padi varietas unggul pada lahan sawah irigasi seluas lima hektare di Desa Pasar Miring.
Benih padi varietas unggul tersebut dikembangkan oleh Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) Pasar Miring, Balitbangtan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumut.
Menurut Edy, penggunaan benih padi varietas unggul seperti Inbrida Padi Sawah Irigasi (Inpari) akan sangat menguntungkan para petani karena hasil panennya bisa mencapai dua kali lipat dari jenis padi biasa.
Keunggulan lain dari varietas padi tersebut, yakni tahan terhadap serangan hama dan penyakit, serta perubahan cuaca.
“Karena varietas unggul, kualitasnya juga mumpuni. Berasnya bagus dan wangi namun lebih pulen bila dibandingkan dengan beras varietas lain,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut terus berupaya meningkatkan produksi padi di daerah itu, antara lain dengan cara mengoptimalkan penggunaan bibit padi varietas unggul dan pengolahan tanah yang baik.
Kepala BPTP Sumut Khadijah EL Ramija, menjelaskan, acara panen padi tersebut sekaligus memperkenalkan beberapa varietas unggulan yang saat ini tengah dikembangkan IP2TP Pasar Miring, Balitbangtan BPTP Sumut.
“Saat ini kita punya 23 varietas unggulan yang diminati petani di berbagai daerah, tapi yang paling banyak digunakan saat ini adalah Inbrida Padi Sawah Irigasi atau Inpari-32 dan Inpari-42. Kita ajak gubernur untuk ikut panen agar pemerintah daerah dan maupun provinsi, mengetahui keberadaan varietas unggulan ini,” ujarnya.
Inpari 42 itu merupakan varietas Green Super Rice (GSR) dan sudah tersebar di Sumut. Setiap satu hektare bisa menghasilkan panen sebanyak 10,5 ton, dibanding padi biasa yang hanya menghasilkan sebanyak lima hingga enam ton per hektare.
Varietas padi Inpari-42 ini juga tahan dari berbagai jenis ancaman lingkungan, tahan juga terhadap cuaca dengan curah hujan tinggi.
“Saat padi lain rebah karena hujan, Inpari 42 tetap aman, kita berharap agar program ketahanan pangan tetap terjaga di tengah pandemi COVID-19,” tambahnya. (LMC-02)
