
Medan, 8/7 (LintasMedan) – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi, mengatakan, kinerja usaha pertanian tanaman pangan di Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) atau food estate Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) dewasa ini cukup menggembirakan dan bisa dijadikan contoh bagi daerah lain.
“Ini masih kegiatan penanaman kedua dan hasilnya sangat menggembirakan, prediksinya akan lebih baik dari tanam pertama. Saya yakin ini akan berjalan dan menjadi role model untuk kawasan lainnya,” kata Edy di Medan, Kamis (8/7).
Gubernur menyatakan hal tersebut usai mengikuti rapat secara virtual bersama Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil dan Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor.
Pada saat ini, menurut dia, pengembangan food estate di Humbahas masih fokus pada lahan seluas 215 Ha.
Untuk pengembangan kawasan itu, lanjutnya, tim operasional food estate terus mencari formula yang tepat untuk pengembangan KSPP tersebut, termasuk mempercepat proses pembangunan akses jalan.
Food Estate merupakan program luar biasa yang pemilihan benih, budidaya, panen, dan pascapanen dilakukan melalui pendampingan dan pengawasan yang melibatkan banyak pihak.
Selain itu, food estate menggunakan mekanisasi pertanian mulai dari tanam sampai panen untuk menghindari penyusutan hasil panen yang selama ini masih mencapai 11 sampai 13 persen.
“Program food estate ini skalanya besar, sehingga pengelolaannya harus benar-benar matang. Bukan hanya masalah tanamannya, tetapi juga infrastruktur seperti jalan, listrik, irigasi dan juga bentuk kerja sama dengan investor, petani dan lainnya,” ujar Edy.
Menurut Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, food estate di Humbahas direncanakan secara bertahap akan diperluas hingga 785 Ha dan sebelum akhir tahun 2021 diharapkan sudah mencapai 1.000 Ha.
Rencananya menurut keterangan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan lahan Food Estate akan diperluas 785 Ha tahun ini untuk mencapai target tahun 2021 sekitar 1.000 Ha. Karena itu, dia minta kerja keras dari semua pihak untuk menyukseskan ini.
“Setelah melihat progres pada yang 215 Ha kita optimis. Berikutnya ke lahan yang lebih luas 785 Ha. Tentu ada tantangan di sini dan kita mencoba terus mengurai tantangan tersebut, mencari solusinya apa sehingga bisa cepat dituntaskan,” kata Luhut dalam rapat secara virtual tersebut.
Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan, di tahun 2020 pihaknya sudah membangun intake dan jaringan air baku untuk irigasi seluas 50 Ha di food estate Humbahas.
Selanjutnya, Kementerian PUPR sebelum akhir tahun 2021 akan melanjutkan pembangunan air baku untuk irigasi seluas 150 Ha dan 758 Ha, termasuk sarana jalan sekitar 23 kilo meter di kawasan sentra produksi pangan tersebut.
“Kita tahu infrastruktur ini akan mempercepat pengembangan food estate. Karena itu, kita terus bekerja keras, berkoordinasi agar prosesnya lebih cepat,” ujar Basuki. (LMC-02)
